Timeless (part 1)

249205_452463228123635_1982256135_n

Hal yang sangat penting dalam hidupku 
dengan mudahnya hilang dari 
memoriku. . .buku itu seakan terbuka saat ku terlelap dan mulai menghantuiku. 

****

dengan mengusap tengkuknya dia berjalan kearah seorang gadis yang
berdiri didepan pintu. Memperhatikan keadaan Jin-ah yang benar-benar tak
tertolong hari ini kesalahan fatal yang dia lakukan sampai membawanya
kemeja kematian. Untunglah gadis itu hanya mendapat teguran dan bisa
sedikit bernafas lega. Jin-ah berdiri didepan Eun-ji dengan wajah
muramnya.

“Gwaenchana? Aigoo. . . Ada apa denganmu hm? Terlambat? Skripsi
tertinggal dan kau hampir menbakar Lab.?”
tanya Eun-ji beruntun hingga Jin-ah menutup matanya menahan dengungan
yang menusuk telinganya.

“aku bukan malaikat Eonnie. Aku pasti akan melakukan kesalahan karna
aku. . .”

“ne aku tau itu. Apa ada yang mengganggumu? Ceritakan padaku. Sambil
jalan saja agar kau sedikit relax” ujar Eun-ji sambil menepuk bahu
Jin-ah.

Sepanjang koridor seluruh anak menatap lurus kearah Jin-ah.hal itu
sangat jelas karna gadis yang membuat gempar satu kampus dengan kejadian
tadi pagi membakar lab. bukan suatu kesengajaan hanya kelalaian yang
akut itulah yang membuatnya terkenal dalam beberapa menit.

“mimpi itu benar-benar membuatku sakit kepala” gumam Jin-ah yang masih
bisa didengar oleh Eun-ji.

“mimpi?”

“Ne. .pembunuhan konyol, pisau, tebing, peti mati, gadis gila semuanya
berputar dikepalaku dan tubuhku reaksi sendiri. Aku bisa gila sebentar
lagi.”

“itu hanya bunga tidur Jin-ah.”

“tapi eonn. . . ”

“pulanglah aku meminta Oppa mu menjemputmu mungkin dia sudah ada
didepan. Sampai rumah minumlah segelas cokelat hangat kau akan sedikit
tenang nanti ” ujar Eun-ji dan hanya dibalas anggukan malas Jin-ah.

Dia berjalan ke depan gedung kampus dan menangkap sosok tampan dan
terlihat wajah polosnya yang sekaligus terlihat bodoh disamping mobil
ferrari hitam yang sangat telihat maskulin. Dengan setelan jas yg sudah
sedikit berantakan, bersandar di kap mobil.

“gwaenchana? Kau terluka?” tanya hyuk jae sambil meneliti setiap jengkal
mata yang bisa ia lihat.

“gwaencana. Berhenti melihat ku seperti anak kecil! Kepalaku sedang
sakit sekarang.”

“kau membuatku khawatir. Eunji berteriak -teriak ditelphone kukira kau
terluka! Sampai-sampai aku meninggalkan meeting. apa yang. ,”

“kau banyak bicara oppa! Aku mau pulang.” potong Jin-ah.

“masuklah!” ujar hyukjae sambil membukakan pintu mobil. Jin-ah tanpa
aba-aba dia langsung masuk dan duduk manis dikursi. Hyuk jae mengitari
mobil dan langsung duduk di kursi pengemudi dan memacu mobilnya melewati
pelataran kampus.

***

peluh jin-ah mengucur deras nafasnya memburu seperti telah berlari
berpuluh-puluh mil. Dan lagi-lagi karna mimpi yang mengusik tidurnya.
Tanganya langsung meraih gelas yang ada diatas meja dan menenggak habis
isi gelas tersebut.

“Luhan? Siapa Luhan?” gumamnya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi yang membuat Jin-ah
tersentak kaget dengan sedikit kesal dia melirik jam yang terpasang
dinding.

“orang gila macam apa yang datang tengah malam!”dengus Jin-ah kesal.

Dengan sedikit sempoyongan Jin-ah berjalan membuka pintu kamarnya.
Terlihat hyuk jae berjalan melewati depan kamar Jin-ah.

“biar aku saja kau tidurlah” ujar hyukjae sambil menepuk pucuk kepala
Jin-ah. Jin-ah hanya mengangguk dan kembali masuk kedalam kamar.

***

tidur Jin-ah kembali terusik. Bukan mimpi tapi suara gemericik air yang
terdengar dari arah kamar mandi. Dia merangkak duduk untuk memulihkan
kesadarannya. Dan tak lama kemudian seorang namja muncul dengan
rambutnya yang masih basah mengenakan sweater bergaris hitam putih yang
langsung dipadukan dengan celana jeans putih yang terlihat contras
dengan kulitnya yang cokelat berbeda dengan orang korea kebanyakan yang
membuat Jin-ah terpesona sepersekian menit lalu sadar didetik
berikutnya.

“YAK! Siapa kau! Dasar penguntit! OPPA !!” jerit Jin-ah
“keluar kau!”
jerit Jin-ah.
“Ah~ya dengar dulu. .”
“Aigoo. . . Ini masih pagi kenapa kalian ribut hah?” sungut Hyuk-jae
dengan tangan telipat didepan dada. Entah kenapa kakaknya yang satu ini
sudah terlihat sangat rapi. Bukan dengan baju kantornya. melainkan
dengan kaus putih yang dipadukan dengan blazzer cokelat, celana jeans,
dan sepatu kets membuatnya terlihat lebih tampan.

“telphone polisi oppa! Sekarang!” jerit Jin-ah

“Untuk apa? Toh dia kan suamimu.”
Jin-ah membuka mulutnya lebar-lebar tak percaya dengan ucapan kakanya
dan didetik berikutnya. Jin-ah meledak.

“MWOYA?!!”

***

Jin-ah bejalan perlahan menuju ruang makan dengan mata terfokus kesatu
titik. Wajah namja yang duduk di samping hyuk jae, wajah namja itu
begitu familiar di matanya. Bahkan dia tak habis fikir, bagaimana bisa
dia merasa ketertarikan yang begitu kuat pada namja itu.

“Yak!! Kau berjalan seperti siput yang terlihat bodoh! Kau bisa
menatapnya sepuasmu tak usah bertindak seperti penguntit.”seru Hyukjae
yang memecah lamunan Jin-ah dan tanpa sadar matanya langsung
terperangkap kedalam bola hitam yang menatapnya tajam.

“Duduklah. Kau mau makan bukan?” tawar namja itu. Jin-ah benar-benar
kelimpungan saat namja itu menunjukan senyumannya. Dengan tampang kesal
Jin-ah menyeret kakinya untuk duduk di meja makan.

“tanpa kau suruh aku akan melakukannya dengan senang hati Kkamjong~a. .
.”ujar Jin-ah dan detik kemudian dia hampir tersedak nafasnya sendiri
saat menyadari apa yang keluar dari mulutnya.

“namamu Kkamjong?” tanya Jin-ah yang membuat dahi Jong in berkerut
mendengarnya.

” kau yang memanggilnya seperti itu bukan? Aigoo Jin-ah~ya.”

“aku benar-benar tak ingat oppa! Jangan mengrecokiku aku bahkan tidak
sadar kata itu keluar dari mulut ku.”

” tak apa hyung. Toh dia didepanku sekarang. Kim Jong in. Dulu kau
sering memanggilku Kkamjong atau Innie oppa?” ujar Jong in sambil
mengulurkan tangannya melintasi meja makan. Dengan sedikit ragu Jin-ah
menyambut tangan itu.

“Kau mengenalku tapi aku tak mengenalmu, jadi aku tak perlu menyebutkan
nama lagi bukan?” ujar Jin-ah ketus.

“satu hal lagi! Aku masih kesal saat kau masuk kekamarku tanpa izin jadi
jangan harap aku akan bersikap baik!”

“ye nona Lee.”

“kalian berdua konyol. Aku berani jamin tidak ada 1 minggu kalian aku ku
pergoki berciuman. Waw membayangkannya saja membuatku. . .” belum
sempat hyukjae melanjutkan didepannya menjurus pisau yang diacungkan
Jin-ah.

“diam dan makan. Atau ku tancapkan pisau ini ke lidah mu! Oppa.” tandas
Jin-ah. Yang langsung membuat hyukjae menelan ludahnya dan menutup
mulutnya rapat-rapat.

” kau makin galak Ah~ya ” ujar Jong-in yang dengan sangat amat ketara
menatap gadis depannya yang sangat berantakan. Wajahnya lusuh, tapi
masih terlihat cantik. Dengan rambut seperti sarang burung. Wajahnya
gambaran boneka dan tokoh animasi yang terlihat sangat cantik, sangat
amat cantik dimata Kai.

” yak bisakah kau berhenti menatapku? Aku risih.”

“wae? Aku hanya menatapmu.”

“bisakah kau menurut saja?!”

“kalian benar- benar konyol. Aku akan pergi kalian malah seperti anjing
dan kucing. Akurlah sedikit.”

“Mwo? Yak! Oppa kau pergi sedangkan aku ditinggal dirumah dengan orang
asing? Kau mau menyodorkanku kemulut buaya?” cerca Jin-ah dan Jong-in
sama sekali tak bergeming.

“tenang, dia bukan orang yang seperti kau bayangkan. Paling intim kalian
cuma ciuman.”

“YAK!!”

” Aku tak akan memakanmu tenang saja. ”

“Kkamjong kau bisa antar aku kebandara bukan? Tugas mu disini hanya
mengantar jemput Jin-ah dan menjaganya.”

“ne.” gumam Jong-in di sela makannya

“kau mau berangkat sekarang?” pekik Jin-ah yang benar -benar tak habis
fikir dengan kakaknya.

“aku ambil koperku dulu. Ah kau bisa pakai kamarku.” ujar hyukjae
berpura-pura tak mendengar sambil tersenyum. Lalu menghilang dari ruang
makan.

“cih. dasar monyet!” umpat Jin-ah sambil menyumpal mulutnya dengan sepotong roti.

“kau. . .” suara Jong-in yang terdengar serak kali ini. Jin-ah mendongak
menatap Jong-in dan detik berikutnya dia sudah mengumpat segala macam
pada dirinya sendiri dalam hatinya.

“. . .tak mengingatku?” lanjut Jong-in. Sambil menatap dengan wajah sayu.

Kata-kata itu langsung menusuk jauh kekepala Jin-ah dan berdenyut menakutkan. merasa ada memori terpenting yang ia lupakan.

~TBC~

huaaa makin gaje maklum amatir lgian mood qh lgi jelek adegan menakutkan GW MAU NACEPIN PISAU KELIDAH OPPA?! ORANG GILA!!

mohon komentarnya.;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s